<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kebijakan Publik on Pariwisata Berkelanjutan</title><link>https://pariwisataberkelanjutan.com/categories/kebijakan-publik/</link><description>Recent content in Kebijakan Publik on Pariwisata Berkelanjutan</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sat, 28 Feb 2026 16:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://pariwisataberkelanjutan.com/categories/kebijakan-publik/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Arsitektur Regulasi Pariwisata: Dampak Sertifikasi Internasional terhadap Tata Kelola Destinasi Berkelanjutan</title><link>https://pariwisataberkelanjutan.com/posts/sertifikasi-wisata-berkelanjutan/</link><pubDate>Sat, 28 Feb 2026 16:45:00 +0700</pubDate><guid>https://pariwisataberkelanjutan.com/posts/sertifikasi-wisata-berkelanjutan/</guid><description>&lt;p>Transformasi paradigma pariwisata global dari model &lt;em>mass tourism&lt;/em> menuju &lt;em>quality tourism&lt;/em> menuntut adanya kerangka regulasi yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga adaptif terhadap standar global. Di tengah meningkatnya kesadaran akan krisis iklim dan degradasi lingkungan, sertifikasi internasional muncul sebagai instrumen krusial dalam arsitektur regulasi pariwisata modern. Sertifikasi ini bukan sekadar label prestisius, melainkan sebuah mekanisme audit komprehensif yang memaksa destinasi untuk menyelaraskan operasional mereka dengan prinsip-prinsip &lt;em>Environmental, Social, and Governance&lt;/em> (ESG).&lt;/p></description></item></channel></rss>